SERANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang melakukan upaya untuk merehabilitasi wilayah kritis di Kabupaten Serang. Itu dalam rangka melestarikan lingkungan hidup.
Upaya yang dilakukan di antaranya dengan melakukan penanaman mangrove, melakukan pengawasan kegiatan usaha dan penanaman pohon yang mulai langka melalui program keanekaragaman hayati (Kehati).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kabupaten Serang Samsudin mengatakan, untuk penanaman pohon mangrove, DLH Kabupaten Serang bekerjasama dengan perusahaan perusahaan saat ini fokus melakukan penanaman di wilayah Kecamatan Tirtayasa. “Rata rata satu perusahaan menanam sebanyak 2.500 sampai 3000 pohon mangrove,” katanya.
Penanaman pohon mangrove ini hampir rutin setiap tahun dilakukan. Seperti dengan PT Lestari Banten Energi (LBE), kemudian Indonesia Power. Karena akibat abrasi air laut ini banyak warga yang kehilangan tambaknya.

Kemudian kaitan dengan kegiatan pengawasan terhadap kegiatan usaha. Dari total perusahaan di Kab. Serang sekitar 1. 600 perusahaan, di tahun 2021 ini ada sebanyak 200 perusahaan yang masuk prioritas untuk diawasi oleh DLH Kab. Serang.
Hal ini dilakukan dengan melihat tingkat ketaatan dan dampak terhadap lingkungan. Terlebih yang menjadi prioritas pengawasan tersebut yaitu perusahaan yang banyak menghasilkan limbah cair dan udara.
Disamping pengawasan rutin, DLH Kabupaten Serang juga melakukan penanganan kasus yang dilaporkan masyarakat dan pabrik sekitar yang merasa terganggu. Seperti yang menyangkut limbah cair atau pun udara. Persoalan seperti itu pun selalu ada.
Selanjutnya DLH Kab. Serang juga memiliki program Keanekaragaman hayati dengan melakukan penanaman pohon pohon yang mulai langka. Program tersebut bertujuan untuk mempertahakan pohon pohon yang sudah mulai langka tersebut.
Penanaman pohon sudah lama dilaksanakan dan difokuskan di wilayah Kecamatan Padarincang. Saat ini penanaman terus ditingkatkan agar semakin banyak. (Adv)





















