SERANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di empat sekolah berjalan lancar. Meskipun belum direlokasi lantaran terdampak proyek tol Serang-Panimbang.
Empat SD yang harus direlokasi itu yakni SDN Cilayangguha, SDN Seba, dan SDN Inpres Cikeusal di Kecamatan Cikeusal serta SDN Cipete di Kecamatan Kragilan.
Kepala Bidang Pembinaan SD pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Amar Ma’ruf mengatakan, relokasi itu merupakan kewenangan pejabat pembuat komitmen (PPK) pembebasan lahan tol Serang-Panimbang dan PT Wika Serang Panimbang (WSP). “PPK dalam hal pembebasan lahannya, kemudian WSP pembangunannya,” katanya, Senin (22/11).
Ia mengatakan, dari empat SD itu baru SDN Seba yang sudah selesai pembangunan. Sementara, SDN Cilangguha baru 60 persen. “SDN Seba sudah 100 persen tapi belum diserah terimakan,” ujarnya.

Kemudian, untuk SDN Inpres Cikuesal dan SDN Cipete baru proses pembebasan lahan. Saat ini, kata dia, sedang dilakukan apraisal atau penilaian harga tanah. “Setelah apraisal kemudian dibayar oleh PPK, setelah itu dibangun oleh WSP dengan sistem lelang,” terangnya.
Karena belum direlokasi, siswa di empat SD itu masih menempati bangunan yang lama. Namun, ia memastikan proses belajar mengajar berjalan dengan lancar. “Karena bangunan SD nya berada di samping jalan tol, bangunannya belum digusur, kita juga minta sebelum bangunan baru jadi, bangunan yang lama jangan dibongkar dulu,” ucapnya.
Dikatakan Ma’ruf, proses relokasi keempat SD itu lamban lantaran kesulitan mencari lahan pengganti. “Karena lahannya harus strategis, tidak jauh dari bangunan sebelumnya dan sesuai dengan anggaran yang ada,” terangnya.
Pihaknya mengaku terus berkomunikasi denagn pengembang jalan tol baik PPK maupun WSP. Supaya, proses relokasi keempat SD itu segera diselesaikan. “Ini memang sudah ada perjanjian antara kita dengan pihak tol, supaya keempat SD itu direlokasi,” katanya. (adv)





















