SERANG – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Serang terus berupaya untuk mengembangkan produk garam lokal. Salah satunya, dengan membangun sentra tambak garam.
DKPP bakal membangun tambak garam seluas 400 hektare di wilayah Kecamatan Tirtayasa. Yakni, di Desa Sujung, Alang-alang, dan Desa Tengkurak. Ke depan, dalam pengelolaanya akan melibatkan para petani dan masyarakat sekitar.
Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan, pembangunan sentra tambak garam itu merupakan salah satu program pengembangan garam lokal. Dalam program ini, pihaknya sudah menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui program garam terintegrasi.
“Ini hasil ekspose ibu Bupati bersama kami, Insya Allah ada 400 hektare yang akan dikembangkan menjadi tambak garam,” katanya, (19/6/2021).
Suhardjo mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan penjajakan lahan yang akan dijadikan sebagai tambak garam tersebut. Kemudian, program itu ditargetkan akan mulai berjalan pada 2022. “Tanahnya ada yang milik pribadi ada juga perusahaan,” ujarnya.
Pihaknya mengestimasi melalui tambak tersebut akan menghasilkan garam 100 ton per hektare. Kemudian, juga akan disediakan tempat pencucian garam sehingga kandungan NACL-nya sampai 99 persen. “Karena untuk masuk pasar industri itu NACL-nya harus 99 persen, kita baru 93 persen,” ucapnya.
Dikatakan Suhardjo, untuk tahun ini pihaknya menargetkan produksi garam sebanyak 3.000 ton. Target itu jauh lebih banyak dari tahun lalu yang hanya mencapai 600 ton. “Kalau tahun kemarin memang kendalanya cuaca yang buruk,” ucapnya.
Dikatakan Suhardjo, dalam pengembangan garam lokal, pihaknya akan bekerjasama dengan pihak industri. Karena, di Provinsi Banten banyak industri yang menggunakan bahan baku garm untuk keperluan produksinya. (adv)























