Buang Air Besar (BAB) menjadi salah satu aktivitas tubuh setiap manusia. Terkadang, banyak orang yang dengan sengaja menahan BAB karena sedang menjalankan aktivitas atau hal lainnya.
Menahan BAB sebenarnya bukan hal yang sangat fatal. Namun, jika dilakukan secara terus menerus, akan menimbulkan berbagai macam penyakit. Berikut akibat dari terlalu sering menahan BAB menurut laman alodokter.com.
1. Sembelit
Ketika Anda menahan BAB, usus bagian bawah akan menyerap air dari tinja yang menumpuk di rektum, sehingga feses menjadi lebih keras. Kondisi ini bisa membuat feses sulit untuk keluar dan sembelit pun akhirnya tidak terhindarkan.
2. Wasir atau ambeien
Sembelit akibat menahan BAB juga bisa memicu terjadinya wasir atau ambeien. Saat sembelit, Anda bisa mengalami kesulitan untuk BAB sehingga perlu untuk mengejan agar tinja bisa keluar.
Nah, kebiasaan mengejan saat buang air besar ini bisa menyebabkan pembuluh darah di anus dan rektum bawah membengkak sehingga memicu terjadinya wasir atau ambeyen. Wasir atau ambeien ditandai dengan beberapa gejala, salah satunya adalah BAB berdarah.
3. Fisura ani
Bahaya menahan BAB berikutnya adalah Anda berisiko untuk mengalami fisura ani. Kondisi ini dapat terjadi karena feses yang mengeras dan sulit untuk dikeluarkan bisa melukai atau merobek jaringan kulit dan juga mukosa yang melapisi saluran maupun lubang anus.
Fisura ani ditandai dengan beberapa gejala, di antaranya adalah sakit saat BAB dan BAB berdarah.
4. Inkontinensia tinja
Kebiasaan menahan BAB bisa membuat otot-otot di rektum meregang, sehingga Anda berisiko untuk mengalami inkontinensia tinja. Kondisi ini menyebabkan hilangnya sensasi untuk BAB, sehingga tinja mungkin untuk keluar secara tiba-tiba tanpa disadari.
Setiap orang memiliki toleransi yang berbeda dalam menahan keinginan BAB, sehingga dampak menahan BAB bisa berbeda pada setiap orang. Namun, guna menghindari bahaya menahan BAB, Anda tetap disarankan untuk tidak menunda pergi ke toilet jika keinginan untuk BAB muncul.
Untuk membantu melancarkan BAB, terapkanlah pola hidup sehat. Caranya adalah dengan memperbanyak konsumsi makanan berserat, minum air putih yang cukup, dan berolahraga secara rutin.
Apabila cara tersebut telah diterapkan tetapi Anda masih memiliki masalah ketika BAB, sebaiknya konsultasikan hal ini ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebabnya dan memberikan penanganan yang sesuai. (red)























