{"id":381,"date":"2021-01-08T19:24:19","date_gmt":"2021-01-08T12:24:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.sketsamedia.co.id\/news\/?p=381"},"modified":"2021-01-08T19:27:41","modified_gmt":"2021-01-08T12:27:41","slug":"381","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.sketsamedia.co.id\/news\/2021\/01\/08\/381\/","title":{"rendered":"Jalan Serang-Cilegon Licin Hingga 3 Kilometer Lebih"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>SERANG &#8211; Jalan Serang-Cilegon di Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang berbahaya. Itu lantaran jalan dipenuhi dengan tanah merah yang menyebabkan jalur menjadi licin.<\/p>\n<p>Jalan nasional itu dipenuhi tanah merah lebih dari tiga kilometer. Mulai dari Toyomerto hingga Pejaten. Para pengendara yang melintas tampak berhati-hati lantaran kondisi jalan licin.<\/p>\n<p>Warga setempat Muslih mengatakan, kondisi jalan itu sudah lama licin. Apalagi, saat musim hujan. &#8220;Kalau hujan licin, kalau musim panas berdebu,&#8221; katanya, Jumat (8\/1\/2021).<\/p>\n<p>Bahkan, kata dia, banyak juga gumpalan tanah merah yang berceceran di tengah jalan. Kata dia, tanah merah itu berasal dari kendaraan besar yang mengangkut tanah merah dari Gunung Pinang. &#8220;Tanah merahnya dari pertambangan di Gunung Pinang, banyak mobil besar keluar masuk situ,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Di ruas jalan itu, kata dia, tak sedikit pengemudi yang kecelakaan akibat jalan licin. Bahkan, juga pernah menelan korban jiwa. &#8220;Kalau motor lewat sini pas hujan harus hati-hati, soalnya jalannya licin,&#8221; ucapnya. (SP)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; SERANG &#8211; Jalan Serang-Cilegon di Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang berbahaya. Itu lantaran jalan dipenuhi dengan tanah merah yang menyebabkan jalur menjadi licin. Jalan nasional itu dipenuhi tanah merah lebih dari tiga kilometer. Mulai dari Toyomerto hingga Pejaten. Para pengendara yang melintas tampak berhati-hati lantaran kondisi jalan licin. Warga setempat Muslih mengatakan, kondisi jalan itu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":382,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-381","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.sketsamedia.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/381"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.sketsamedia.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.sketsamedia.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sketsamedia.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sketsamedia.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=381"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.sketsamedia.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/381\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":385,"href":"https:\/\/www.sketsamedia.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/381\/revisions\/385"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sketsamedia.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/382"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.sketsamedia.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=381"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sketsamedia.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=381"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sketsamedia.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=381"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}