{"id":1739,"date":"2021-10-11T20:59:43","date_gmt":"2021-10-11T13:59:43","guid":{"rendered":"https:\/\/www.sketsamedia.co.id\/news\/?p=1739"},"modified":"2021-10-11T20:59:43","modified_gmt":"2021-10-11T13:59:43","slug":"angkot-si-benteng-tangerang-tambah-trayek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.sketsamedia.co.id\/news\/2021\/10\/11\/angkot-si-benteng-tangerang-tambah-trayek\/","title":{"rendered":"Angkot Si Benteng Tangerang Tambah Trayek"},"content":{"rendered":"<p>TANGERANG, &#8211; Pemerintah Kota Tangerang melalui PT Tangerang Nusantara Global (TNG) resmi menambah empat rute baru angkot Si Benteng untuk mengakomodir kebutuhan angkutan umum warga Kota Tangerang yang lebih luas lagi.<\/p>\n<p>Diketahui, sebelumnya angkot berdesain retro 90\u2019an ini sudah memiliki empat rute dan kini menjadi delapan rute. Penambahan rute diresmikan langsung Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah di Terminal Cimone, Senin (11\/10\/ 2021).<\/p>\n<p>Empat rute baru tersebut ialah jalur perumahan BTN Pasir Jaya \u2013 Gor Gandasari, Terminal Cimone \u2013 Koang Jaya, Terminal Cimone \u2013 jalan Dipati Unus \u2013 jalan Ganda Sari, dan Terminal Cimone \u2013 GOR Pabuaran Tumpeng.<br \/>\nDirektur PT TNG, Edi Candra mengungkapkan penambahan rute ditujukan untuk perluasan pelayanan Pemerintah Kota Tangerang melalui angkot Si Benteng kepada masyarakat.<\/p>\n<p>Dalam rangka perkenalan rute baru ini, tarif angkot Si Benteng pun digratiskan hingga batas waktu yang belum ditentukan, untuk seluruh penumpangnya.<br \/>\n\u201cBiasanya, ongkosnya jauh dekat Rp2 ribu. Tapi, untuk ikut dalam proses memulihkan ekonomi dan juga sebagai tahap sosialisasi pengenalan rute baru. Maka, angkot Si Benteng di gratiskan untuk seluruh penumpangnya. Simpan mobil pribadi anda, dan coba nikmati fasilitas angkutan umum Si Benteng ini, nyaman bersih dan kekinian,\u201d ungkap Edi, usai peresmian.<\/p>\n<p>Penambahan rute dari empat menjadi delapan ini tidak diiringi dengan penambahan unit angkot. Dengan 80 unit yang dimiliki, sebelumnya 20 unit per rute, kini menjadi 10 unit di masing-masing rutenya.<\/p>\n<p>\u201cSejauh ini, antusias angkot Si Benteng memang belum terlalu maksimal sesuai yang diharapkan. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang menganggap eksklusif dengan pintu angkot yang ditutup otomatis. Tapi, semoga secara perlahan dan perluasan rute ini dapat meningkat antusiasnya, sehingga tujuannya benar-benar dapat dirasakan masyarakat luas,\u201d papar Edi.<\/p>\n<p>Akmal, salah seorang penumpang mengaku cukup dimudahkan dengan rute baru angkot Si Benteng ini. Pasalnya, kini ia dapat ke kantor hanya dengan menggunakan angkot Si Benteng dengan fasilitas full AC.<\/p>\n<p>\u201cSaya rumahnya di Koang Jaya, angkot ini sekarang lewat kawasan perumahan saya. Jadi saya bisa ke tempat kerja di samping Terminal Cimone hanya dengan Rp2 ribu. Bahkan, sekarang lagi digratiskan jadi senang sekali. Kemarin, hanya tau ada di sekitar Jatiuwung sama Pasar Lama, sekarang ada di Koang Jaya ya Alhamdulillah jadi memudahkan,\u201d ungkap Akmal.<\/p>\n<p>Hal senada juga diungkapkan Desi Purwanti, salah seorang penumpang yang naik dari daerah Cimone dan turun di Sangego.<br \/>\nIa mengaku, ini kali pertama ia menaiki angkot Si Benteng dan ternyata dirasanya sangat nyaman tidak seperti angkot pada umumnya.<\/p>\n<p>\u201cDengan rute yang bertambah, jadi lebih terakomodir kita-kita yang di daerah jalur baru ini. Apalagi, mobilitas juga lebih mudah karena melewati kawasan kampung-kampung atau perumahan, tidak seperti rute angkot konvensional. Semoga rutenya lebih banyak lagi,\u201d harap Desi. (red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TANGERANG, &#8211; Pemerintah Kota Tangerang melalui PT Tangerang Nusantara Global (TNG) resmi menambah empat rute baru angkot Si Benteng untuk mengakomodir kebutuhan angkutan umum warga Kota Tangerang yang lebih luas lagi. Diketahui, sebelumnya angkot berdesain retro 90\u2019an ini sudah memiliki empat rute dan kini menjadi delapan rute. Penambahan rute diresmikan langsung Wali Kota Tangerang, Arief [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1740,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-1739","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pemerintahan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.sketsamedia.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1739"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.sketsamedia.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.sketsamedia.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sketsamedia.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sketsamedia.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1739"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.sketsamedia.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1739\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1741,"href":"https:\/\/www.sketsamedia.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1739\/revisions\/1741"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sketsamedia.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1740"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.sketsamedia.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1739"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sketsamedia.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1739"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sketsamedia.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1739"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}