PANDEGLANG – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pandeglang saat ini terbelah menjadi dua kubu. Konflik itu terjadi usai musyawarah cabang (Muscab) pada 6 Maret 2021.
Muscab yang menghasilkan Nawawi Nurhadi sebagai Ketua DPC PKB Pandeglang Periode 2021-2026 itu dinilai menyalahi aturan partai oleh Mantan Ketua DPC PKB Pandeglang Thoni Fathoni Mukson.
Menurut Thoni, adanya intervensi kepada kepengurusan DPC PKB Pandeglang yang dilakukan oleh DPW PKB Banten. Serta munculnya 16 Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) baru secara mendadak sebelum pelaksanaan Muscab.
“Sebelumnya telah disepakatkan bahwa Muscab itu hanya akan di ikuti oleh 16 DPAC yang telah memiliki Surat Keterangan (SK),” kata Mantan Calon Bupati Pandeglang ini, Kamis (11/03/2021).
Kubu Thoni menegaskan, untuk menolak hasil Muscab tersebut melakukan aksi pencopotan seragam partai sambil mengucapkan keluar dari kepengurusan DPAC. “Kita menolak hasil Muscab yang tidak demokratis,” ucap Thoni.
Thoni menuding, penetapan SK 16 DPAC baru itu tidak melalui proses atau tahapan musyawarah anak cabang. Akibatnya, kader-kader potensial PKB dihilangkan. “Kami tidak mengakui 16 DPAC ini, karena tiba-tiba langsung ditetapkan dan tidak melalui musyawarah anak cabang,” tegasnya.
Ia juga menilai, terdapat kejanggalan yang dilakukan oleh DPW PKB Banten dalam pelaksanaan Muscab. Yakni dengan memunculkan lima nama calon ketua DPC, yang langsung ditetapkan sebagai pengurus DPC PKB Pandeglang Periode 2021-2026.
Thoni berencana, akan membawa tersebut kepada DPW PKB Banten ke DPP PKB agar dilakukan evaluasi. Thoni menegaskan, jika pengrus kader PKB di Pandeglang patuh dan tunduk spenuhnya kepada Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar. (Red)























